Avatar
Kok Bisa?

Siapa bilang sains itu susah? Daripada nanya sama rumput yang bergoyang, mendingan tanya ke Kok Bisa?

Kenapa 1 Tahun Itu 12 Bulan?

Dilihat 1510 kali

Setiap pergantian tahun, pasti kita dapet kalender baru. Terus, kita juga dulu sering ngafalin urutan nama-nama bulan dalam satu tahun beserta jumlah harinya. Ya, satu tahun memiliki 12 bulan. Tapi, kenapa sistem kalender kita harus memiliki 12 bulan dalam setahun? Kenapa bukan misalnya, 20 bulan? Apa ya dasar perhitungannya?

Mengapa Kalender?

Mungkin kita mengenal macam-macam kalender, seperti kalender Romawi, Gregorian, Julian, Islam, China dan India. Dan, setiap kalender punya perhitungan yang berbeda-beda. Kalender ini dibuat untuk mengelola waktu pada periode tertentu. Nah, perhitungan kalender yang beda-beda ini dibuat berdasarkan perhitungan astronomi, pilihannya kalau ngga ngikutin perhitungan matahari atau ngga ya perhitungan bulan. Pinter banget ya orang-orang zaman dulu udah bikin sistem kaya gini, soalnya biar perhitungan waktu jadi lebih pasti ya kan? Terus, kenapa kalender ini bisa lahir?

Fungsi kalender yang menurut kita biasa aja itu, lahirnya dari hal-hal yang simpel seperti pergantian musim.. Ngga ribet buat nentuin kapan musim dingin dan kapan musim panas..

Nenek moyang kita dulu membuat kalendar berdasarkan berbagai macam perhitungan. Mulai dari perhitungan astronomi, pergantian musim, peristiwa politik hingga prediksi kiamat. Umumnya, kalender ini dibuat biar tahu perhitungan musim. Nah, sistem perhitungannya ngikutin matahari, seperti kalender zaman Babylonia dan Mesir Kuno dulu. Fyi, kalender ini bisa dibilang yang paling kuno daripada kalender lainnya. Dannn, sistem ini dipake sama kalender Yunani, dan kalender barat lainnya. Terus kenapa harus ngikutin perhitungan matahari?

Kalender yang umumnya dipakai pake sistem perhitungan matahari.. Tapi kok kumpulan hari bisa disebut sebagai bulan? Dan, kenapa bisa ada 12 bulan dalam satu tahun?

Karena seperti yang kita ketahui, kalau orang zaman dulu sistem perekonomiannya yaitu pertanian. Misalnya, biar tahu kapan musim dingin dan musim panas. Terus seiring berjalannya waktu, kalender dibuat sesuai dengan acara-acara keagamaan, ya buat hari besarnya lah. Nah, kedua hal ini yang lama-lama bikin kalender jadi ‘kontrak sosial’ di dunia, karena terus-terusan dipakai. Terus, gimana sih awal mulanya kalender terbuat?

Ngga cuma lahir karena pergantian musim aja, kalender juga lahir dari peristiwa-peristiwa politik termasuk kalender yang kita gunakan sampai saat ini.

Kalender Dahulu dan Kalender Kini

Sebenarnya, panjang banget kalau ngejelasin soal kalender ini. Pendeknya, kalender yang kita gunakan sekarang itu mengadopsi sistem kalender Romawi. Awal mulanya, sistem dalam kalender Romawi ini hanya memiliki 10 bulan atau 304 hari saja dalam setahun. Tapi, jumlah 10 bulan ini kemudian dianggap kurang tepat, karena tidak bisa sinkron dengan pergantian musim yang terjadi.

Sebelum 12 bulan, kita pernah pakai kalender yang cuma 10 bulan aja.. Tapi ngga cocok karena ngga sesuai sama pergantian musim, akhirnya harus ditambahin 2 bulan baru di awal tahun..

Hingga akhirnya, Kaisar Romawi pada saat itu, Numa Pompilius, menambahkan 2 bulan baru, yakni Januari dan Februari. Dan kemudian setelah itu, disempurnakan lagi oleh sistem kalender Julian, yang namanya diambil dari Julius Caesar, kaisar Romawi saat itu. Dan, sistem kalender ini diadaptasi juga dari perhitungan kalender zaman Mesir kuno. Karena udah disesuain jadi 12 bulan, kita bisa ngerayain pergantian tahun dimulai pada tanggal 1 Januari. Soalnya, dulu kita merayakan tahun baru setiap bulan Maret.

Nah pas ditambah 2 bulan, kalender dengan sistem 12 bulan ini lebih cocok buat nggambarin perputaran bumi terhadap matahari. Dan, dua bulan diganti namanya, yaitu Juli dan Agustus. Hal ini buat tetep ngehormatin om Julius Caesar.

Lalu ketika bangsa di Eropa mulai mengembangkan sains dan memahami astronomi, terus sistem kalender Julian ini, digantikan oleh sistem kalender Gregorian, yang hingga hari ini kita terus gunakan. Alasan digantinya kalender Julian itu, karena kalender Julian menyatakan bahwa satu tahun adalah 365,25 hari, atau ternyata kelebihan 11 menit dari perputaran bumi terhadap matahari sesungguhnya. Meskipun terdengar kecil, hanya 11 menit, seperti menunggu kuah bakso yang tadinya panas jadi lumayan dingin, tetapi kelebihan 11 menit tersebut dapat menumpuk tiap tahunnya dan menyebabkan kalender Julian harus disesuaikan setiap 128 tahun sekali.

Tapi buat ngitung kalender ngga sesimpel itu, Kalender Julian harus disesuaikan setiap 128 tahun sekali. Agaknya cukup repot ya, akhirnya dipake sistem kalender Gregorian, yang kita kenal sekarang..

Oleh karena itu, diperkenalkan-lah kalender Gregorian, yang menyatakan bahwa satu tahun adalah 365,2425 hari, yang lebih akurat menggambarkan perputaran bumi terhadap matahari. Dan ada juga tahun kabisat setiap bulan Februari. Soalnya, manusia pengen punya kalender yang sifatnya lifetime, atau bisa dipake terus-terusan. Kalender jadi sistem perhitungan waktu yang akurat soalnya waktu suka berubah-ubah. Sampai akhirnya, sistem kalender seperti ini dipakai sampe sekarang karena udah ‘distandarisasi’.

Fiuh.. akhirnya kita punya kalender..bisa gampang buat nandain tanggal gajian, tanggal jadian sama tanggal buat liburan..

Kini, semua orang didunia pake kalender Gregorian ini, padahal ini kalender barat. Sebenarnya, kalender lain juga masih digunakan seperti sekarang, misalnya Kalender Cina atau Islam. Nah, kenapa akhirnya jadi kalender Romawi ini, ngga terlepas dari masa penjajahan dulu, yang turut membawa negara koloninya pake sistem yang sama. Karena dulu penjajah seperti Inggris, menggunakan sistem kalender Romawi ini. Makanya, kalender jenis ini dirasa tepat untuk menggambarkan pergantian musim dan penyesuaian lainnya seperti perayaan agama gitu.

Sekarang, ngga perlu malu lagi kalau majang kalender di rumah.. Soalnya ini salah satu mahakarya yang pernah diciptain sama manusia lho! Hehehe..

Sekarang, kita akhirnya tahu bahwa kalender kita itu menyimpan banyak sejarah dan perhitungan yang panjang. Jadi mulai sekarang, janganlah merasa malu untuk memajang kalender karena itu sama kerennya dengan memajang lukisan dan poster di dinding rumah anda.

Dan seperti biasa, terima kasih.

Coming soon.

Bagian paling menarik dari ilmu pengetahuan adalah diskusinya! Kok Bisa baru akan merilis fitur ini dalam waktu dekat. Jadiii, jika kamu tertarik jadi orang-orang pertama yang bisa mencoba fitur ini, yuk daftar!

Daftar